Terdapat beberapa pertanyaan mendasar tentang penalaran induktif :

1. Jelaskan tentang penalaran Induktif..??

2. Macam – macam penalaran Induktif..??

3. Jelaskan tentang 2 hubungan klausal ??

Jawab :

1. Penalaran Induktif adalah penalaran yg bertolak dari pertanyaan pernyataan yang khusus dan menghasilkan simpulan yg lebih umum. Jadi simpulan yg di peroleh tidak lebih dari khusus dari pada pernyataan (premis).

2. Penalaran Induktif di bagi atas 2 macam yakni :

~ Generalisasi

generalisasi adalah proses penalaran yg mengandalkan beberapa pernyataan yg mempunyai sifat tertentu untuk mendapatkan simpulan yg bersifat umum.

Contoh : Jika dipanaskan, besi memuai.

Jika dipanaskan, tembaga memuai.

Jika dipanaskan, emas memuai.

jadi, Jika dipanaskan, logam memuai.

syarat sah nya generalisasi dapat dilihat dari hal2 berikut:

  • Data itu harus memadai jumlahnya. makin banyak data yg di paparkan, makin shahih simpulan yg di preroleh.
  • Data itu harus mewakili keseluruhan. dari data yang sama itu akan di hasilkan simpulan yg shahih.
  • Pengecualian perlu diperhittungkan karena data-data yg mempunyai sifat khusus tidak dapat di jadikan data.

~ Analogi

Analogi adalah cara penalaran secara membandingkan dua hal yang mempunyai sifat yang sama.

contoh : Nina adalah Lulusan akademi A.

Nina dapat mengerjakan tugas dengan baik.

Ali adalah lulusan akademi A.

Oleh sebab itu, Ali dapat menjalankan tugasnya baik.

Tujuan dari penalaran secara analogi yakni ;

~ Analogi dilakukan untuk meramalkan kesamaan.

~ Analogi dilakukan untuk menyingkap kekeliruan.

~ Analogi dilakukan untuk menyusun klasifikasi.

3. Hubungan Klausal adalah penalaran yg diperoleh dari gejala gejala yg saling berhubungan. contoh ; ” tombol ditekan, akibatnya bel berbunyi.”

Ada dua macam hubungan klausal yg umum yakni :

~ Sebab Akibat

Ssebab Akibat pada intinya berpola A dan menyebabkan B. Selain itu, Pola A dapat Menyebabkan B,C,D dll. Jadi efek dari peristiwa bisa menjadi akibatnya.

contoh : Lemparan anak itu menyebabkan Mangga jatuh.

~ Akibat sebab

dampak merupakan akibat, menyimpulkan sebab.

contohnya : Sani ke Dokter dikarnakan sakit.


sumber : “cermat berbahasa Indonesia, Zaenal Arifin, 2002